Sabtu, 20 November 2010

Hati nurani yg murni

Serie Khotbah Kitab Kisah Para Rasul (23)
Pdt.Ishak Sugianto, 21 November 2010

HATI NURANI YANG MURNI
Apabila kita memperhatikan pelayanan rasul Paulus, hamba Tuhan yang luar biasa ini, acap kali berbicara tentang "hati nurani yang murni". Alkitab mencatat paling tidak tiga kali rasul Paulus berbicara tentang hati nurani yang murni:

  • Ketika mengajukan pembelaannya dihadapan Mahkamah agama, Paulus tegaskan bahwa hidup di hadapan Allah dengan hati nurani yang murni (Kisah Rasul 23:1)
  • Ketika berhadapan dengan Felix, gubernur Roma untuk wialayah Yudea, kembali Paulus  menyatakan tentang hati nurani yang murni (Kisah rasul 24:15-16)
  • Dalam II Timotius 1:3 kembali rasul Paulus mengungkapkan bahwa ia melayani TUHAN dengan hati nurani yang murni.

Satu contoh klasik tentang hati nurani dapat kita baca dalam episode hidup Daud ketika ia dikejar-kejar oleh raja Saul. Ketika sampai di En Gedi, Saul masuk kedalam gua untuk buang hajat, padahal Daud ada didalam gua bersama teman-temannya.
Kalau mau, dengan mudah Daud membunuh Saul, namun ia tidak mau berbuat demikian. Daud hanya memotong sedikit bagaian dari jubah yang dipakai Saul, dan ketika ia berbuat demikian, I Samuel 24:6 mencatat hati Daud berdebar-debar dengan kencangnya. Mengapa demikian? Hati nurani Daud sedang berbicara kepadanya!

APAKAH SEBENARNYA HATI NURANI ITU?
Dalam bahasa Yunani PB dipakai istilah "Sun-eidesis" artinya sama-sama tahu; muncul 32x dalam PB, khusus rasul Paulus memakai 21x. Artinya-Jauh dalam hati manusia ada hati nurani yang memberi kesaksian baik atau jahat aterhadap apa yang diperbuat oleh orang yang bersangkutan. Ilustrasi Conscience fund di USA. Apakah hati nurani manusia dapat dipercaya 100% sebagai standar untuk tiap kelakuan yang kita perbuat? jawabannya adalah tidak!
Mengapa tidak? sebab hati nurani manusia dibentuk oleh pelbagai input yang dimasukkan sejak masa kecil. Contoh jelas - di India ada tradisi janda ikut mati dibakar bersama jasad suaminya.Pemerintah penjajahan Inggris dengan susah payah meniadakan tradisi ini. Tokoh adat India berkata- Hati nurani kami menyatakan janda harus dibakar! Gubernur Inggris- Hati nurani kami menyatakan janda itu harus hidup!
dari ilustrasi ini kita tahu bahwa hati nurani tidak dapat dipercaya 100% untuk dijadikan standar moral karena pelbagai input negatif telah mencemarkannya. Kalau input yang diberikan kepadanya salah (tak sesuai kebenaran Firman Tuhan), hati nuraninya juga akan salah. Itulah yang terjadi pada diri Saul dari Tarsus. Ketika ia menganiaya orang Kristen sampai ke Damsyik, hati nuraninya menyatakan hal ini baik (padahal salah besar)

HATI NURANI YANG NAJIS
Alkitab menyatakan bahwa hati nurani bisa menjadi najis (defiled - tercemar), lihat Titus 1:15. Bagaimana bisa menjadi demikian?
Dalam Matius 6:22-23, Tuhan Yesus mengupamakan hati nurani bagaikan jendela yang tidak menghasilkan sinar, hanya menjadi jalan sinar masuk kedalam rumah. Kalau jendelanya kotor kena lumpur maka ruangan di dalamnya ikut jadi gelap. berapa banyak sinar Firman Tuhan yang masuk kedalam jendela hati manusia? sedemikian baik hati nuraninya, namun sedikit Firman yang masuk, semakin cemarlah hati nuraninya.

HATI NURANI YANG DICAP
Hal ini dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam I Timotius 4:2. Gambarannya adalah seperti hewan ternak di sebuah peternakan (ranch) yang harus dicap dengan besi panas untuk membedakan hewan milik si A atau si B. Dalam kaitan dengan hati nurani, apabila seseorang berbuat salah untuk pertama kali, hatinya berdebar debar karena tahu pernbuatannya salah, Namun apabila ia bersikeras dalam perbuatannya, lama-lama rasa berdebar itu hilang sebab sudah biasa.
Dalam keadaan ini hati nuraninya sudah tidajk berfungsi lagi sebab sudah "dicap dengan besi panas"
Illustrasi - Apa yang orang Indian katakan tentang hati nurani anjing penjaga diabaikan.

HATI NURANI YANG JAHAT
Mula-mula hati nuraninya tercemar(najis), kemudain berlanjut pada hati nurani yang dicap dan akhirnya bermuara pada hati nurani yang jahat seperti di ungkapkan dalam Ibrani 10:22. Hati nurani jahat seperti ini dengan enteng mengatakan jahat itu baik dan baik itu jahat. Dengan latar belakang inilah kita dapat mengerti mengapa di akhir zaman ini apa yang disebut dosa oleh Alkitab malah diterima secara luas dikalangan masyarakat sebagai gaya hidup normal (atau juga disebut modern life style).

HATI NURANI YANG MURNI
Rasul Paulus memberikan kepada kita bagaimanakah seharusnya hati nurani yang ada dalam diri kita pribadi lepas pribadi, yaitu Hati nurani yang murni (Kisah Rasul 23:1, 24:15-16, II Timotius 1:3) Bagaimanakah caranya kita sebagai manusia yang banyak kelemahan dan dosa bisa memperoleh hati nurani yang murni?

Jawaban terhadap pertanyaan ini sebenarnya simpel saja: Biarlah hati kita terus menerus diterangi oleh kebenaran Firman Tuhan sehingga kita senantiasa hidup sesuai dengan standar/ patokan yang TUHAN kehendaki. Ini sesuai dengan Amsal 4:23- Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan".
Ada empat berkat besar apabila kita semua mempunyai hati nurani yang murni seperti rasul Paulus:

  1. Memberikan hidup yang berkemenangan
  2. Memberikan keberanian / ketabahan
  3. Memberikan karakter yang baik
  4. Menolong kita pada waktu berdoa; I Yohanes 3:21-22

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar