Rabu, 19 Januari 2011

Sepertinya sudah tidak ada jalan lagi


Benar-benar dilematis......... persoalan hidup menjepit langkah kita dari berbagai arah, sehingga warna keyakinan pada Tuhan berubah menjadi bias, ketaatan bisa bergeser serta batas antara keberanian dan kekuatiran juga makin tak tampak.  Hampir-hampir menyerah saja dengan keadaan!   Persoalan besar ada dibelakang, persoalan besar juga ada didepan. Tidak ada jalan untuk maju, tidak mungkin mundur! Maju kena mundur kena..., ah...  Benarkah kehidupan ini senyatanya dapat digambarkan dengan  dikelilingi padang gurun, lengkap dengan samudra didepannya dan kepungan tentara Mesir dibelakang? menu persoalan yg komplit.
Jika memang analogi itu nyata , Dapatkah kita mendapatkan cara untuk dapat terus maju bahkan mencapai kemenangan sampai garis akhir?
Keluaran 14:13-14
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut,   berdirilah tetap dan lihatlah  keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat  hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. 14:14 TUHAN akan berperang   untuk kamu  , dan kamu akan diam saja.  "

ini adalah metode Allah yg paling ekstrem untuk menghadapi  gelora  hidup yg tidak pasti & penuh problema.!

1. Konstruksi ulang HATI KITA 
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut,   berdirilah tetap dan lihatlah  keselamatan dari TUHAN
Respon yg paling mungkin atau refleksi alamiah manusia ketika menghadapi persoalan adalah perasaan takut yg kadang berlebihan. Pada hal yg dibutuhkan adalah "keberanian" untuk ber- sparing patner  dengan berbagai persoalan. Kata "janganlah takut" merupakan perintah tegas bahwa solusi menghadapi masalah adalah HADAPI & JANGAN LARI ..! bukan menjawab dengan respon psikologis! Takut......
Mengapa kita tidak boleh takut menghadapi masalah?
a. Karena Allah sendiri sedang menuntun langkah kita,(Allah Mahahadir)
Janganlah takut,   berdirilah tetap dan lihatlah  keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu
Keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir adalah inisiatif Allah sendiri  sebagai jawaban doa mereka kepada Allah yg menghendaki kemerdekaan hidup dari penjajahan. Menariknya : Allah mengambil otoritas kepemimpinan langsung, dengan ikut berjalan bersama dengan umat Israel. Pada siang hari ALLAH hadir dengan TIANG AWAN memayungi dari sengatan panas matahari dan padang gurun sedangkan di malam hari dengan Allah hadir dengan TIANG API yg menerangi, menghangatkan dan menuntun jalan langkah demi langkah.

b. Karena Allah tahu cerita utuh (full story) tentang diri kita.(Allah Maha Tahu)
sebab orang Mesir yang kamu lihat  hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya
Walaupun pada akhirnya kepastian kemenangan (happy ending) itu berpihak kepada bangsa Israel, namun Allah dengan sengaja tidak mengurangi atau bahkan meniadakan persoalan yg seharusnya menjadi bagian hidup mereka. Why?  supaya kita semakin mengenal karakterNya bahwa hanya karena dominasi kerja Allah saja, keberhasilan besar dapat terselesaikan.

c. Karena Allah punya kapabilitas yg tak terbatas untuk mengisi kapasitas kita yg terbatas. (Allah Maha Kuasa)

TUHAN akan berperang   untuk kamu  , dan kamu akan diam saja. 
Berjalan bersama dengan Tuhan setiap hari, melihat secara langsung 


Dalam kasus besar yg melebihi kapasitas kerja kita, Allah bekerja secara mutlak tanpa melibatkan peran kita. Perhatikan perintah Allah yg meminta kita DIAM saja dan MELIHAT.
Karena kemahatahuanNya yg paham benar bahwa kesanggupan kita sangat amat lemah dibanding dengan kekuatan persoalan.
Prinsipnya: semakin besar persoalan yg kita hadapi bukanlah gejala awal kehancuran masa depan tetapi justru menjadi kesempatan Allah berbuat sesuatu  yg paling besar untuk kita. Dalam kelemahan kuasa Allah menjadi sempurna.
Jadi, apa dasar yg dapat kita pakai sebagai alasan untuk merasa takut dengan persoalan hidup ini? bukankah Kehadiran Allah (cetho welo-welo:Jawa,kelihatan terang benderang) . Seharusnya membuat kita merasa terjamin, aman, nyaman, bermasa depan, sehingga pantaskah kita yg percaya kepada Sang Immanuel masih merasa takut dengan persoalan hidup? sungguh terlaluuuuuu......
Jika Tuhan sedang berjalan bersama menggandeng tangan - menuntun langkah kita tetapi kita masih merasa takut dengan kontraksi persoalan , itu sama saja dengan menghina eksistensi Tuhan?
Aplikasi:
Walau ditengah banyaknya persoalan , tetap dapatkan kelegaan hidup setiap hari!, karena kita tahu bersama dengan siapa sekarang ini kita sedang berjalan. TUHAN dengan kasih dan kuasanya menunjukkan jalan, menerangi, menghangatkan, meneduhkan, melindungi, semoga tak ada lagi sisa keraguan untuk semakin berani menghadapi berbagai persoalan bersama Dia. Hadapi persoalan dan jangan lari!
Jika kita dapat memastikan bahwa langkah kita detik demi detik di tuntun oleh TUHAN, jika kita percaya bahwa Allah sedang bersama dengan kita (Imanuel), tidak ada ruang lagi dalam sanubari kita untuk merasa takut dengan apa yg sedang atau bakal terjadi.

2. Konstruksi ulang KETATAN KITA
Berdirilah tetap karena TUHAN sendiri yg akan bertindak
Respon kedua yg paling mungkin terjadi adalah bersikap panik , menyalahkan orang lain, keadaan atau apa saja disekitar kita.  
Dalam kisah terjebaknya bangsa Israel di Laut Teberau: dibelakang ada ribuan pasukan infantri Mesir yg berambisi memukul mereka, di depan terhadang Laut Teberau, di kiri dan kanan terhampar lautan pasir yg rasanya tak mungkin ada jalan untuk maju.
Maju kena mundur kena, melangkah ke kiri dan kananpun terkena; Siapapapun orangnya juga akan tergoncang perasaannya saat menyaksikan kompleksitas persoalan yg  tak diundang, datang bersamaan.
Tapi tunggu dulu, kita perlu luruskan perspektif ini.
Jika masalah kecil kita letakkan didepan membelakangi TUHAN, maka masalah sekecil apapun akan terlihat menjadi semakin besar tak terkendalikan, Sebaliknya jika masalah yg paling besar kita letakkan didepan TUHAN, hasilnya semuanya akan tampak kecil dan dapat diatasi.
Apa solusi yg Allah berikan ?
Berdirilah tetap!!!!......tidak bergeser dari tempat semula, tidak usah maju, tidak usah mundur,
Sudah tidak ada pilihan lagi untuk berani melawan dengan kekuatan phisik. Bangsa Israel ini hanya besar dalam jumlah orang tetapi masih bermentalkan budak(selama 350 tahun dijajah di Mesir) tidak punya pengalaman tempur, hanya mahir memainkan cangkul, cethok dan linggis...dan lempar batu, sedang lawannya lengkap dengan senjata tempur.
Sehingga Allah harus mengurusi mereka sampai pada tingkat yg paling teknis. Untuk kasus ini, orang Israel diperintahkan untuk Berdiri saja, percaya saja pada instruksi Allah, jangan melakukan apa-apa tanpa perintah!
Jika realitanya memang tidak tersedia celah untuk dapat maju atau mundur ya TETAP SAJA BERDIRI DITEMPAT: percayalah hanya kepada Tuhan percayalah perintah Tuhan tidak usah berlari kesana-kemari dengan kepanikan, keluhan apalagi bersungut-sungut. Karena bagi Allah k
ompleksitas persoalan kita menjadi penting, sebagai kesempatan emas bagi Allah untuk membereskan berbagai masalah kita. Pengalaman buruk manusia justru menjadi latar belakang yg indah bagi Allah untuk mendandani karakter kita.
Aplikasi:
Kegagalan kita dalam menyelesaikan persoalan2 besar bukan seringkali karena kita kurang gesit, tidak kreatif, kurang rajin, tidak power full, (ini semua dibutuhkan), masalahnya justru karena kita terlalu banyak gerak mondar-mandir cari bantuan dan putar otak mencari cara cepat melipatgandakan uang, cara jitu dapat rumah tanpa hutang, cara sehat tanpa obat........dsb sampai tidak cukup waktu untuk merasa penting mempercayai Alkitab dan pribadi Allah sebagai sumber satu-satunya yg dapat diandalkan dalam segala hal. 
Jika kita sedang memikul beban berat saat ini....seperti Mangkubumi (menggendong bumi) atau seperti berjalan di Pakuningratan (tersebarnya paku-paku dijalan, penuh bahaya) percayalah bahwa itu adalah kesempatan kita melihat perkara besar yg Allah kerjakan !
Sekarang kita dapat melihat banyak jalan raya ditengah lautan: salah satunya adalah "jembatan Suromadu" tetapi bangsa Israel berjalan dijalan raya yg berada didasar lautan, dimana Allah dengan sekejab mengeringkan laut Teberau sebagai lalu lintas baru untuk bangsa Israel.
Apakah mujizat Allah berhenti sampai disini ?
Pengalaman boleh berbeda dan jaman bisa berubah tetapi prinsip iman yg mempercayai Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yg mengasihi Dia, tetap relevan sampai sekarang ini!
Dalam mengahadapi problema yg dilematis, Allah meminta kita CUKUP PERCAYA SAJA, LAKUKAN FIRMAN dengan TAAT untuk memberi kesempatan penuh bagi Tuhan mengambil bagianNya membela kita.

3. Konstruksi ulang FOKUS IMAN kita
lihatlah  keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu
Apa artinya hanya perintah melihat kepada TUHAN?
Merubah orientasi perkara menuju pada Allah. Hidup yg berbasiskan masalah harus dikonstruksi ulang untuk segera berbasiskan Allah. Mengubah diri dari manusia minded menuju Allah minded.
Perhatikan cara bangsa Israel  merespon persoalan: betapa minimumnya peran mereka untuk melepaskan diri dari masalah. Tidak ada inisiatif kepercayaan untuk meletakkan persoalannya pada Tuhan justru Musa sebagai hamba Tuhan  menjadi kompensasi kemarah mereka yg telah gagal memimpin.
Hitunglah !!! betapa banyaknya omelan, persungutan , protes ketidakpuasan mereka kepada Tuhan. Mereka berargumentasi secara emosional lebih baik hidup di Mesir meskipun dijajah bahkan lebih terhormat mati di Mesir dari pada tewas dipadang gurun, sungguh tidak beretika kata-kata mereka; perjuangan kasih Tuhan untuk membebaskan mereka dari perbudakan disambut dengan kehangatan amarah bahkan menyalahkan Tuhan telah memimpinnya dijalan yg salah. 

Tetapi........ mengapa Tuhan masih berbelas kasihan kepada mereka ?
Itulah anugerah !!!!! Kekuatan kasihNya tak pernah hancur oleh kemarahan kita, kesabaraNya tidak menuntut kebaikan kita walaupun kita berubah setia Dia tetap Allah yg setia!
Sesungguhnya mereka ini bangsa yg tidak pantas menerima kemurahan Tuhan tetapi Allah justru semakin banyak mendemostrasikan kasih & kuasaNya kepada mereka setiap hari. wuuuenak tenan....
Aplikasi:
Dilema kehidupan ternyata tidak harus diselesaikan dengan rumusan solusi yg multi dimensi, terstruktur, jlimet dan matematis.
Mempercayai Tuhan dan melakukan Firman Tuhan menjadi cara yg cukup untuk menyelesaikan segala perkara!
Berhentilah kita untuk menyalahkan orang lain , menyalahkan keadaan, menyalahkan Tuhan juga menyalahkan diri sendiri.

Waktunya kita kembali merekonstruksi hati, iman dan ketaatan kepada Allah. Perbesar kapasitas iman kita untuk semakin percaya:
Jangan katakan lagi: sepertinya sudah tidak ada jalan! tetapi percayalah selalu ada jalan.....selalu ada jalan disepanjang masa....
Beri kesempatan Allah menyatakan kuasaNya.. beri kesempatan Allah menyatakan kemuliaanNya. Bagaian kita hanya percaya saja pada PribadiNya dan percaya pada firmanNya.
Biarlah otoritas Allah bekerja seoptimal mungkin mengubahkan  setaip detil masalah kita.
Jika jalan hidup kita ditutupi dengan berbagai rintangan persoalan yg seperti tidak ada celah untuk maju atau mundur..... 

Jangan Takut karena Allah sedang memimpin kita
Tetaplah percaya pada FirmanNya
Lihatlah hanya kepada Allah saja !!!

Haris Subagiyo,http://kotbahekspositori.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar